Masyarakat di kota-kota besar serta sekitarnya seperti di Jakarta pasti telah akrab dengan kemacetan. Bahkan juga, kemacetan telah dikira sebagai hal yang lumrah hingga beberapa orang yang meluangkan waktu pergi pada pagi buta supaya dapat tetaplah sampai ke tempat kerja walau mesti melalui kemacetan selama berjam-jam. Ahli kesehatan mengatakan bila kemacetan bakal dapat bikin kita terserang stress serta tingkatkan kemungkinan terserang kanker. Bagaimana hal semacam ini dapat terjadi?
Ditulis dari data yang launching oleh Badan Kesehatan Dunia WHO, kemacetan yang berlangsung di semua dunia nyatanya dapat bikin seorang terserang paparan gas beracun, terutama untuk mereka yang mengendarai sepeda motor atau yang mengendarai mobil tetapi tak tutup jendela kendaraannya seperti di beberapa angkutan umum di tanah air. Walau sebenarnya, data yang di keluarkan pada bln. Oktober th. 2013 ini tunjukkan kenyataan bila paparan polusi hawa yang datang dari luar ruangan ini termasuk juga pada bahan karsinogenik yang dapat menyebabkan timbulnya kanker untuk tubuh.
Kendaraan yang berhenti dalam beberapa waktu, baik itu lantaran lampu merah atau lantaran kemacetan yang begitu panjang nyatanya bakal membat terkumpulnya polusi hawa dari gas buang kendaraan serta polusi hawa yang lain hingga bikin kwalitas hawa yang dihirup sangat tak layak untuk kesehatan badan kita. Terlebih mengingat beberapa orang yg tidak menggunakan masker yang dapat memberi perlindungan untuk organ pernapasannya.
Ahli kesehatan dari University of Surrey, Inggris, yang bernama Prashant Kumar mengatakan bila pemakaian AC didalam mobil bahkan juga belum pasti bakal menolong kita terhindari dari permasalahan polusi udara ini mengingat beberapa AC dari mobil condong menyedot hawa dari luar mobil kedalam tanpa ada memberi penyaringan yang layak. Alhasil, seorang yang ada didalam kendaraan yang terserang kemacetan bakal 29 kali terkena polusi semakin banyak dibanding dengan mereka yang berkendara dalam keadaan jalan yang lancar.
Ditulis dari data yang launching oleh Badan Kesehatan Dunia WHO, kemacetan yang berlangsung di semua dunia nyatanya dapat bikin seorang terserang paparan gas beracun, terutama untuk mereka yang mengendarai sepeda motor atau yang mengendarai mobil tetapi tak tutup jendela kendaraannya seperti di beberapa angkutan umum di tanah air. Walau sebenarnya, data yang di keluarkan pada bln. Oktober th. 2013 ini tunjukkan kenyataan bila paparan polusi hawa yang datang dari luar ruangan ini termasuk juga pada bahan karsinogenik yang dapat menyebabkan timbulnya kanker untuk tubuh.
Kendaraan yang berhenti dalam beberapa waktu, baik itu lantaran lampu merah atau lantaran kemacetan yang begitu panjang nyatanya bakal membat terkumpulnya polusi hawa dari gas buang kendaraan serta polusi hawa yang lain hingga bikin kwalitas hawa yang dihirup sangat tak layak untuk kesehatan badan kita. Terlebih mengingat beberapa orang yg tidak menggunakan masker yang dapat memberi perlindungan untuk organ pernapasannya.
Ahli kesehatan dari University of Surrey, Inggris, yang bernama Prashant Kumar mengatakan bila pemakaian AC didalam mobil bahkan juga belum pasti bakal menolong kita terhindari dari permasalahan polusi udara ini mengingat beberapa AC dari mobil condong menyedot hawa dari luar mobil kedalam tanpa ada memberi penyaringan yang layak. Alhasil, seorang yang ada didalam kendaraan yang terserang kemacetan bakal 29 kali terkena polusi semakin banyak dibanding dengan mereka yang berkendara dalam keadaan jalan yang lancar.