Info Berita Kesehatan Terpopuler

Sabtu, 03 September 2016

MENGKONSUMSI CABAI RAWIT EFEKTIF TURUNKAN RESIKO TERSERANG PENYAKIT JANTUNG TOLONG SEBARKAN



Cabai rawit yaitu satu diantara bahan makanan yang cukup banyak dipakai di Indonesia. Kecenderungan orang-orang tanah air yang suka pada masakan pedas bikin cabai rawit sangat laku di pasaran.

Tidak hanya dapat bikin rasa masakan jadi lebih mantap, cabai rawit nyatanya juga mempunyai banyak faedah untuk kesehatan badan. Bahkan juga, satu riset paling baru tunjukkan bila mengkonsumsi cabai rawit bakal menurunkan efek jelek dari serangan jantung. Bagaimana hal semacam ini dapat berlangsung?

Ahli kesehatan dr. John Christopher, N. D, serta dr. Richard Schulze, N. D, mengatakan bila mereka yang menanggung derita serangan jantung dapat memakai kombinasi air dengan cabai rawit sebagai sejenis minuman yang dapat menurunkan efek jelek dari serangan jantung.

Cuma saja, yakinkan kalau cabai rawit yang dipakai yaitu cabai yang mempunyai tingkat kepedasan 90 ribu H. U (Unit Heats). Untuk bikin larutan ini, campur satu sendok teh bubuk cabai rawit yang sudah penuhi level kepedasan ini dengan air panas serta selanjutnya diaduk. Larutan air panas serta bubuk cabai rawit ini dapat diminumkan pada seorang yang terserang serangan jantung tetapi masih tetap dalam kondisi yang sadar.

Lalu, bagaimana bila pasien serangan jantung nyatanya telah tak sadarkan diri? Ahli kesehatan mengatakan bila kita dapat menggunakan ekstrak dari cabai rawit dengan level kepedasan 90 ribu H.U yang diteteskan di bagian bawah lidah dari pasien. Kemudian, barulah kita larikan pasien serangan jantung ini ke rumah sakit.

Christopher serta Schulze mengungkap bila larutan atau ekstrak cabai rawit ini mempunyai sejenis senyawa spesial yang dapat merangsang badan untuk hentikan dampak jelek serangan jantung. Tidak cuma penyakit jantung, cabai rawit dipercaya dapat juga menangani sebagian permasalahan kesehatan seperti infeksi, terhalangnya peredaran darah, permasalahan tiroid, sampai permasalahan diuretik.