Waktu membawa bayi yang baru lahir pulang dari rumah sakit atau rumah bersalin, tak ada yang memberi buku tips tentang langkah untuk menjaga bayi itu. Bagaimana apabila bayi itu sakit – apakah orang tuanya akan mengetahui tanda-tandanya? Bagaimana langkahnya kita ketahui apakah sang bayi ini butuh dibawa ke dokter atau tak bila dia bahkan tak dapat menyampaikan apa yang dirasakannya?
Tarik napas. Sesudah tahu apa yang butuh di check, orangtua bakal terasa lebih siap untuk meyakinkan kapan mereka butuh membawa bayi mereka ke dokter.
Bayi adalah umur yang begitu rawan dalam kehidupan, lantaran system kekebalan badan bayi masih tetap dalam sistem perubahan. Sebelumnya seorang bayi memperoleh vaksinasi atau imunisasi, badannya semakin lebih susah untuk melawan infeksi dibanding anak yang semakin besar.
Bayi serta balita membutuhkan perawatan dokter untuk sebagian permasalahan kesehatan yang pada anak yang semakin besar cukup dirawat sendiri saja tanpa ada pertolongan dokter. Bila bayi atau balita alami tanda-tanda di bawah ini, selekasnya hubungi dokter.
Demam
Bayi semestinya tak alami demam hingga umur 3 bln.. Bila bayi kurang dari 3 bln. mempunyai suhu rektal (suhu badan yang diukur dengan memasukkan termometer kedalam anus) 38ÂșC, selekasnya hubungi dokter atau unit gawat darurat. Bukanlah lantaran demam tersebut yang beresiko, tetapi lantaran pada bayi baru lahir, demam dapat jadi sinyal dari infeksi bakteri yang beresiko.
Sesudah melalui umur 3 bln., bila bayi demam, bisa dipending sehari sebelumnya membawanya ke dokter. Hal semacam ini lantaran demam yang muncul sepanjang kian lebih 24 jam serta tak dibarengi dengan tanda-tanda flu butuh evaluasi oleh dokter.
Perilaku bayi semestinya dapat juga menolong dalam pengambilan ketentuan apakah dia butuh dibawa ke dokter atau tidak. Cermati tanggapan bayi pada orang di sekelilingnya, kondisi biasanya (apakah terlihat pucat atau lemah), dan keaktifan geraknya. Anak yang umumnya suka bermain namun waktu itu cuma berbaring saja, merintih, atau rewel dapat jadi petunjuk ada perubahan keadaan kesehatan bayi yang cukup berarti serta butuh memperoleh perhatian dokter.
Kuning
Bayi baru lahir kerap alami ikterik atau jaundice, di mana kulit serta sisi putih mata beralih warna jadi kuning. Hal semacam ini berlangsung lantaran liver atau organ hati pada bayi tidak selamanya bekerja dengan cara maksimal, hingga tak dapat memecah zat dalam darah yang dimaksud dengan bilirubin.
Beberapa besar jaundice atau ikterik ini berbentuk enteng serta bisa pulih sendiri. Dokter bakal memeriksanya saat sebelum bayi pulang dari rumah sakit, serta sekian hari lalu waktu bayi lakukan kontrol yang pertama kalinya. Kemudian, bila kulit atau mata bayi terlihat kuning, bawa kembali menemui dokter.
Begitu susah untuk tahu apakah jaundice yang dihadapi bayi masih tetap dalam batas normal atau telah pada level yang perlu diterapi cuma dengan memandangnya saja. Butuh kontrol laboratorium untuk mendukungnya.
Pada sebagian masalah, memberi semakin banyak ASI bisa kurangi kuning. Pada sebagian masalah yang lain, bayi butuh memperoleh therapy penyinaran untuk menolong mempercepat sistem pemecahan bilirubin.
Ruam
Beberapa besar ruam bakal terlihat memudar atau menghilang bila ditekan dengan jari. Bila pada bayi atau balita nampak bintik-bintik merah pada dada, punggung, lengan, atau kaki yg tidak memudar bila ditekan, selekasnya hubungi dokter atau bawa anak ke unit gawat darurat paling dekat. Ruam sejenis ini bisa jadi sinyal infeksi serius seperti meningitis atau penyakit kelainan pada darah atau pembuluh darah.
Ruam yg tidak memudar yang nampak di muka atau leher anak bukanlah merupakan sinyal bahaya bila dibarengi dengan batuk atau muntah, namun bisa saja segera dibawa ke dokter untuk berjaga-jaga peluang terburuknya. Ruam seperti ini nampak lantaran ada pembuluh darah kecil pada kulit yang pecah akibat ada penambahan tekanan waktu anak batuk atau muntah.
Muntah atau diare
Bila bayi atau balita alami muntah atau diare, selekasnya bawa ke dokter atau unit gawat darurat. Kunci sinyal bahaya yaitu popok yang kering. Bila bayi tak buang air kecil, besar kemungkinan dia alami dehidrasi.
Anak yang semakin besar bakal dapat mentoleransi diare berat sepanjang lebih kurang sehari, namun bayi bisa alami dehidrasi cuma lantaran diare berat sepanjang kurang dari 12 jam.
Hubungi dokter juga bila muntahan atau tinja anak terlihat tidak sama. Cermati bila ada darah atau cairan empedu yang berwarna kehijauan pada muntahan. Pada diare, hubungi dokter bila ada darah atau lendir pada tinja.
Masalah pernafasan
Bayi yang alami masalah pernafasan umumnya hirup serta hembuskan napas dengan cepat, dan sisi tengah dadanya tertarik kedalam. Bila sela-sela pada dua tulang rusuk terlihat tertarik kedalam setiap saat bayi menarik napas, selekasnya bawa bayi ke unit gawat darurat paling dekat.
Bila anak tak berhenti batuk, bawa ke dokter atau UGD, mungkin dia menanggung derita asma atau tanpa ada berniat ada benda asing yang masuk ke saluran napasnya. Tak semuanya anak yang menanggung derita asma mengi – sebagian cuma batuk saja. Pada balita, hal semacam ini seringkali akibat ada benda asing yg tidak sengaja masuk ke saluran napas.
Nyeri kepala
Bayi tak dapat memberitahu bila dia alami nyeri kepala, namun balita bisa. Balita mungkin saja bakal kerap memegangi kepalanya atau mengungkap dengan kalimat bila dia alami sakit kepala. Nyeri kepala adalah keluhan yang tidak sering pada balita hingga mesti selekasnya dievaluasi.
Menangis tanpa ada henti
Bila bayi atau balita menangis selama sepanjang hari serta tak dapat ditenangkan, hubungi dokter atau unit gawat darurat supaya dapat dikerjakan pelajari selekasnya. Hal semacam ini lantaran penyebabnya tangisan seperti ini pada bayi dapat beragam dari mulai cuma permasalahan kecil seperti lantaran ada sehelai rambut yang melilit di jarinya sampai ada masalah usus yang serius. Demikian di ketahui pemicunya, semakin lebih gampang untuk di cari pemecahannya.v