Siapa sangka Nur Bella Turcica Anibah serta Zahira Amaalia dua siswi asal SMAN 2 Bengkulu Selatan bisa merubah tanaman kebiul jadi obat penghambat sel kanker p4yudara. Tanaman kebiul atau Caesalpinia bonduc L. ini adalah tanaman endemik atau cuma tumbuh di daerah Bengkulu Selatan.
Biji buah kebiul diakui orang-orang bisa menyembuhkan beragam penyakit seperti malaria, k3ncing manis, asam urat, batu ginjal, serta pastinya obat kanker. Serta tahukah anda satu diantara type kanker penyebab kem4tian paling tinggi pada wanita di Indonesia bahkan juga dunia ternyata adalah kanker p4yudara lho.
Nah biaya penyembuhan penyakit kanker tentu mahal kan, dari situlah ke-2 siswi ini menginginkan memberi alternatif penyembuhan dengan memakai tanaman khas dari daerah asal mereka. Dengan biji buah kebiul.
Tentunya Bella serta Zahira lakukan rangkaian tes laboratorium terlebih dulu untuk meyakinkan kandungan apa yang terdapat didalam biji kebiul ini serta untuk tahu seberapa jauh faedah dari biji kebiul ini dalam menghambat kanker.
Ini adalah riset pertama yang menguji biji kebiul sebagai obat penghalang sel kanker lho. Sesudah lewat uji fitokimia di ketahui kalau ekstrak etanol dari biji kebiul ini memiliki kandungan senyawa flavonoid, saponin, serta triterpenoid.
Serta pada uji sitotoksisitas pada ekstrak biji kebiul diketemukan kalau ekstrak ini mempunyai daya hambat perkembangan sel kanker p4yudara sebesar 7 %. Lantaran ini baru riset pertama, jadi butuh dikerjakan riset selanjutnya untuk tahu berapakah banyak dosis yang diperlukan untuk sistem penyembuhan pada pasien kanker.
Ke-2 siswi ini juga bertekad untuk selalu meningkatkan temuannya ini. Supaya ke depan temuan mereka bisa dipakai oleh orang-orang luas, terutama yang mempunyai keterbatasan ekonomi. Wah hebat ya mereka, temukan obat dari potensi daerahnya sendiri. Anda tertarik juga untuk mempelajari tanaman khas di daerahmu?