Info Berita Kesehatan Terpopuler

Minggu, 04 September 2016

WASPADA!! LANTARAN DIGIGIT KUTU PRIA SEPANYOL INI KINI MEREGANG NYAWA AKIBAT TERINFEKSI TOLONG SEBARKAN

Digigit kutu umumnya bakal bikin masalah kulit seperti gatal-gatal atau timbulnya bentol-bentol kemerahan pada kulit. Tetapi, masalah di Spanyol ini cukup mengagetkan di mana ada laporan seseorang pria yang harus meregang nyawa akibat digigit kutu. Apa yang sesungguhnya berlangsung?

Otoritas kesehatan Spanyol sejak awal bln. ini tengah disibukkan dengan investigasi akan tewasnya seseorang pria pada akhir Agustus tempo hari yang dikarenakan oleh penyakit yang dikatakan sebagai Crimean-Congo Hemoorrhagic Fever atau CCHF. Tidak cuma bikin pria ini tewas, seorang perawat rumah sakit yang ada di ibukota Madrid juga turut terinfeksi penyakit langka ini.

Dari investigasi ini dipercaya bila pria yang tewas ini digigit kutu waktu jalan-jalan di ruang Castilla-Leon, Spanyol. Ahli kesehatan setempat mengatakan hal semacam ini sebagai yang pertama kalinya yang berlangsung di Madrid sekaligus yang pertama berlangsung di Eropa Barat.

Tubuh Kesehatan Dunia WHO mengatakan bila penyakit CCHF yang dikarenakan gigitan kutu ini sendiri umumnya diketemukan di area Afrika, Negara Eropa-Balkan, Timur Tengah, serta Asia.

Penyakit ini dapat mempunyai tingkat penularan capai 40 % serta sayangnya masihlah belum diketemukan vaksinnya. Kutu sebagai penyebar paling utama penyakit CCHF ini yaitu kutu dari genus Hyalomma.

Penyebaran penyakit ini sendiri serupa dengan penyebaran penyakit yang dikarenakan oleh nyamuk di mana kutu bakal mengisap darah dari orang yang telah terinfeksi serta lalu menggigit orang lain sekaligus menyebarkan penyakit ini.

Tidak cuma lewat gigitan kutu, penyakit CCHF dapat juga menular bila di antara manusia salin terkena cairan badan seperti darah atau bahkan juga sekresi. Lantaran argumen berikut perawat rumah sakit juga turut memiliki resiko tertular mengingat Ia mesti menjaga pasien penyakit CCHF ini.

Selama ini, otoritas kesehatan Spanyol telah mengkarantina sekurang-kurangnya 200an orang yang dekat dengan pria yang wafat serta perawat yang terinfeksi supaya tutup peluang penularan yang lebih luas.