Langkah memasak dengan merebus serta mengukus tidak cuma kurangi lemak. Namun dapat kurangi zat penyebab kanker.
Ditulis dari mainichi. jp (2/3/16), riset tunjukkan cara masak rebus serta kukus bisa mengatur pembentukan acrylamide. Satu reaksi pada gula seperti glukosa serta fruktosa serta asparagin. Semacam asam amino yang terbentuk bila dipanaskan pada suhu 120°C.
Sedang sistem menggoreng, menumis serta memanggang adalah sistem yang bikin acrylamide paling gampang terbentuk.
Acrylamide ada didalam product makanan dengan karbohidrat tinggi nampak waktu memasak biji-bijian. Seperti nasi serta gandum dan sayuran seperti tauge, akar lotus serta kubis. Diluar itu, acrylamide ada juga di product olahan seperti kopi, teh hijau, roti, saus kari serta keripik kentang.
Timbulnya acrylamide dapat juga dihindari dengan menaruh makanan dengan benar serta tak tumbuh. Kentang, umpamanya, jadi lebih manis apabila disimpan lama di kulkas.
Menurut Ministry of Agriculture, Forestry and Fisheries'Jepang baiknya kentang tak disimpan di almari es, namun di suhu 8°C atau lebih.
Satu percobaan tunjukkan kentang yang didinginkan lalu digoreng pada 200°C sepanjang 10 menit memiliki kandungan acrylamide 2 kali lipat di banding kentang yang disimpan di suhu kamar.
Membersihkan kentang serta sayuran lain sebelumnya dimasak dapat juga kurangi acrylamide. Lantaran bisa menyingkirkan asparagin serta gula dari permukaannya.
Tanda tingkat acrylamide bisa diliat dari warna hangus pada makanan. Lebih hitam bermakna semakin banyak acrylamide. Kurangi sisa hangus dengan api kecil serta persingkat saat memasak.
Meskipun sayuran bisa memiliki kandungan acrylamide, namun tetaplah sumber vitamin serta mineral yang bisa menolong menghindar penyakit kanker lain.
" Mustahil kurangi konsumsi acrylamide sekalipun. Makan beragam makanan serta tak menggunakan cara masak spesifik yaitu hal yang baik, " tutur Hiroshi Sato, kepala komisi keamanan pangan.
Pemanasan makanan pada suhu tinggi tak seutuhnya jelek. Dapat dibuktikan dengan hal semacam itu, bakteri jahat terbunuh, tingkatkan rasa, serta keracunan makanan dihindari.
Menurut Food Safety Commission of Japan, konsumsi acrylamide rata-rata orang Jepang yaitu 0, 24 mikrogram per kg berat tubuh /hari. Jumlah ini lebih kecil dari rata-rata negara Uni Eropa, yakni 0, 4-1, 9 mikrogram.
Meskipun lebih rendah dari Uni Eropa, Jepang mengatakan acrylamide perlu perhatian lantaran kanker sudah bertambah sejumlah 10%.