Info Berita Kesehatan Terpopuler

Jumat, 16 September 2016

INI DIA BAHAYA MENIUP MAKANAN ATAU MINUMAN PANAS, KAMU WAJIB PAHAM DAN SEBARKAN INI UNTUK KESEHATAN KITA BERSAMA


Berikut Sebab Mengapa Agama Islam Larang Tiup Makanan Serta Minuman Yang Panas|Seringkali kita lihat, seseorang Ibu saat menyuapi anaknya makanan yang masihlah panas, dia meniup makanannya lantas disuapkan ke anaknya.


Bukan hanya itu, bahkan juga orang dewasa juga saat minum teh atau kopi panas, kerap kita saksikan, dia meniup minuman panas itu lantas meminumnya. Langkah demikian tidaklah dibenarkan dalam Islam Berikut 3 kenyataan ilmiah mengenai larangan meniup minuman serta makanan dalam Islam yg tidak anda kenali. Dalam satu hadits yang diriwayatkan Bukhori, Rasulullah Muhammad Saw pernah bersabda pada umat muslim :

 " Apabila kalian (sedang) minum, maka jangan bernapas didalam gelas, serta saat membuang hajat, maka jangan sentuh kemaluan menggunakan tangan kanan. "

Hadis itu memberi tanda-tanda kalau kita tak bisa meniup atau bernafas didalam gelas. Sekarang ini, sangat banyak orang yang meniup makanan serta minuman panas. Hal semacam ini lumrah mengingat apa yang kita masukan kedalam mulut kita begitu panas serta mungkin saja saja kita tidak bersabar untuk selekasnya mengkonsumsinya.

Sayangnya, rutinitas ini malah dilarang oleh Nabi Muhammad Saw. Lantas, apa argumennya? Pasti, Rasulullah tak memberi argumen terinci, namun beliau melarang kita, bermakna itu jadi sisi dari sunah jika kita menjalaninya.


  • Penjelasan Bahaya Meniup Makanan serta Minuman Panas 


Semuanya yang sudah mengenyam bangku sekolah tentu mengerti, manusia bernapas hirup oksigen atau O2, serta hembuskan karbondioksida atau CO2. Saat kita meniup makanan, pastinya yang kita mengeluarkan yaitu gas CO2. Disamping itu makanan panas tadi masihlah keluarkan uap air (H2O). Menurut reaksi kimia, jika uap air bereaksi dengan karbondioksida bakal membuat senyawa asam karbonat (carbonic acid) yang berbentuk asam.

H2O + CO2 = H2CO3 

ght : 18. 2px ; " Butuh kita ketahui kalau di dalam darah itu ada H2CO3 yang bermanfaat untuk mengatur pH (tingkat keasaman) didalam darah. Darah yaitu Buffer (larutan yang bisa menjaga pH) dengan asam lemahnya berbentuk H2CO3 serta dengan basa konjugasinya berbentuk HCO3- hingga darah mempunyai pH sebesar 7, 35 – 7, 45 dengan reaksi sebagaiberikut :

CO2 + H20 HCO3- + H+ 

Badan memakai penyangga pH (buffer) dalam darah sebagai pelindung pada pergantian yang berlangsung dengan cara mendadak dalam pH darah. Ada kelainan pada mekanisme ingindalian pH itu, dapat mengakibatkan satu diantara 2 kelainan paling utama dalam keseimbangan asam basa, yakni asidosis atau alkalosis.

Asidosis yaitu satu kondisi di mana darah sangat banyak terkandung asam (atau sangat sedikit memiliki kandungan basa) serta kerap mengakibatkan berkurangnya pH darah. Sedang Alkalosis yaitu satu kondisi di mana darah sangat banyak terkandung basa (atau sangat sedikit memiliki kandungan asam) serta terkadang mengakibatkan meningkatnya pH darah. Kembali pada ke persoalan awal, di mana makanan kita tiup, lantas karbondioksida dari mulut kita bakal berikatan dengan uap air dari makanan serta membuahkan asam karbonat yang bakal memengaruhi tingkat keasaman dalam darah kita hingga bakal mengakibatkan satu kondisi di mana darah kita bakal jadi lebih asam dari semestinya hingga pH dalam darah alami penurunan, kondisi ini lebih di kenal dengan arti asidosis.

Bersamaan dengan berkurangnya pH darah, pernapasan jadi lebih dalam serta lebih cepat sebagai usaha badan untuk menurunkan keunggulan asam dalam darah lewat cara menurunkan jumlah karbon dioksida.

Selanjutnya, ginjal juga berupaya mengkompensasi kondisi itu lewat cara keluarkan semakin banyak asam di air kemih. Namun ke-2 mekanisme itu akan tidak bermanfaat bila badan terus-terusan membuahkan sangat banyak asam, hingga berlangsung asidosis berat.

Searah dengan memburuknya asidosis, pasien mulai rasakan kelelahan yang mengagumkan, rasa mengantuk, makin mual serta alami kebingungan. Apabila asidosis makin lebih buruk, desakan darah bisa turun, mengakibatkan syok, koma serta bahkan juga kematian.

Efek meniup makanan panas sebelumnya makan nyatanya mengerikan juga ya, jadi tambah baik tunggulah makanan hingga dingin saat menginginkan mengkonsumsinya. Serta Alhamdulillah untuk kita yang masihlah selamat walau kerap meniup makanan panas sebelumnya makan. Mari kita ikuti Sunah Rasul SAW supaya selamat dunia akhirat.