Info Berita Kesehatan Terpopuler

Minggu, 04 September 2016

BERBAHAYA!!! NAPAS BAU GEJALA AWAL KANKER LAMBUNG TOLONG SEBARKAN



Bau mulut sering dihubungkan dengan permasalahan gigi berlubang. Tetapi, saat ini banyak riset yang mengaitkan bau mulut dengan penyakit dalam, satu diantaranya kanker lambung.

Dalam satu riset tunjukkan hasil yang akurat meraih 90 % kalau bau mulut memberikan indikasi ada kanker lambung pada 130 pasien.

Riset itu memakai tes napas dengan satu sensor nanomaterial untuk mengkaji zat kimia apa sajakah yang di keluarkan dari napas. Apabila ada zat kimia unik yang menyebabkan bau mulut jadi bisa diindikasikan ada kanker lambung.

Cara ini termasuk paling simpel tetapi akhirnya akurat. Hingga kanker lambung bisa di ketahui lebih awal.

Cara tes napas ini dimaksud juga discriminant factor analysis (DFA) pattern recognition atau inginalan pola analisa aspek diskriminan. Pemakaian sensor yang memiliki kandungan nanomaterial mikroskopik mempunyai tujuan untuk mendeteksi ada tidaknya partikel biomarker dari hembusan hawa yang di keluarkan dari napas.

Pola zat kimia dari napas bisa mendeteksi ketidaksamaan bau napas yang dikarenakan oleh makanan yang dikonsumsi terlebih dulu maupun dari mengkonsumsi tembakau.

Penemuan ini bisa jadikan alternatif untuk mendiagnosis kanker lambung, menukar endoskopi yang notabene memerlukan cost yang mahal serta saat yang lama.

Umumnya kanker lambung terdeteksi waktu telah pada stadium lanjut hingga pasien terlambat memperoleh penyembuhan. Banyak pasien yg tidak mengerti bila terserang kanker lambung sebab gejalanya serupa dengan sakit pencernaan yang lain, seperti mulas atau sekit perut.

Menurut direktur riset klinis di Cancer Research, Kate Law, cuma satu dari lima pasien kanker lambung yang lakukan penyembuhan dengan operasi. Bekasnya telah terlambat diakukan.

Deteksi awal kanker lambung bisa memberi harapan hidup yang semakin besar untuk penderitanya. Oleh karenanya, janganlah remehkan tiap-tiap tanda-tanda yang nampak.