Teh atau kopi hangat memang adalah minuman pas untuk menghangatkan badan kita di saat suhu udara turun. Terutama, minuman yang dihidangkan dalam keadaan hangat atau panas juga menolong menenangkan fikiran sekaligus hati yang tengah gundah gulana.
Beberapa waktu terakhir, satu riset berkaitan manfaat minuman hangat atau bersuhu tinggi kembali dilakukan di King College London, Inggris oleh Direktur untuk Science Gallery bernama Daniel Glaser.
Seperti dimuat laman The Guardian, Senin (28/11/2016), minuman hangat bukan sekedar berperan sebagai pengusir rasa kedinginan pada badan serta capek di kepala saja, tetapi juga mempunyai kelebihan positif lainnya yang beresiko langsung pada psikologis seorang.
Hal tersebutlah sebagai sorotan paling utama riset Dr. Daniel Glaser ; akhirnya menunjukan ada unsur psikologis di balik keputusan seorang memilih konsumsi minuman panas dibanding yang dingin.
Minuman hangat di ketahui dapat bikin seseorang terasa lebih enak, tenang serta nyaman psikisnya. Lalu, dirinya sendiri condong bakal tampak lebih ramah di depan orang lain saat memegang secangkir teh atau kopi hangat.
Lewat uji coba yang dikerjakan Dr. Daniel Glaser, peserta penelitian diminta gagasannya masalah bagaimana rasanya disambut dengan orang asing yang tengah memegang secangkir teh atau kopi panas.
Mereka menjelaskan, minuman hangat membuat seorang tampak lebih murah hati serta tak egois. Ini karena, diliat dari segi linguistik serta tehnik metafora dalam berbahasa, kata ‘hangat’ sering diasosiasikan dengan hal-hal yang berbentuk menentramkan hati.
Sebaliknya, mereka yang memegang minuman dingin lebih mungkin dianggap egois, kurang ramah serta satu ancaman. Sama halnya dengan kata ‘hangat’, kata ‘dingin’ juga sering jadikan satu hal yang melukiskan kepribadian seseorang.